Jumat, 18 November 2016

Sistem Pakar / Expert System (ES)

Pengetahuan Teknologi Sistem Cerdas
Tugas Kedua



NAMA            : Hana Miftaahur Rahmah
NPM               : 14114725
KELAS           : 3KA28
   

PTA 2016/2017


UNIVERSITAS GUNADARMA


Sistem Pakar / Expert System (ES)




Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas tentang Kecerdasan buatan / Artificial Intelligent (AI). AI mencangkup banyak hal, termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah dengan sebuah mesin(komputer). Program AI membutuhkan sebuah sistem yang mempunyai pengetahuan tentang tugas-tugas yang dikerjakan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Sistem ini biasanya dibuat berdasarkan pengetahuan atau sistem pakar. Jadi, kali ini kita akan membahas Apa itu Sistem Pakar / Expert System (ES) dan tujuannya serta apa saja ciri-cirinya? 

Berikut ini merupakan definisi sistem pakar menurut para ahli:
a. Martin & Oxman
Menurut martin dan oxman, sistem pakar adalah sebuah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan juga teknik penalaran tertentu dalam memecahkan masalah, yang mana masalah tersebut adalah sebuah masalah yang biasanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar di dalam bidang atau disiplin ilmu tertentu.
b. Ignizio
Menurut ignizio, yang di maksud dengan system pakar merupakan sebuah bidang yang memiliki ciri khusus berupa sistem yang berbasis pengetahuan, yang mana memungkinkan adanya komponen untuk berpikir dan juga mengambil kesimpulan dari sebuah kaidah tertentu, yang tentu saja biasa dilakukan oleh para pakar.

Sistem pakar merupakan cabang dari AI yang dirancang untuk menggunakan pengetahuannya dikerjakan dengan baik. Sistem pakar adalah aplikasi komputer yang dikembangkan untuk memecahkan masalah yang kompleks dalam domain tertentu. Domain disini mengacu pada area dimana tugas yang sedang dilakukan. Sumber pengetahuan dapat berasal dari seseorang yang sudah pakar atau dari buku-buku, majalah dan internet. 

Tujuan khusus dirancangnya sistem pakar adalah untuk mengimplementasikan suatu keahlian yang berasal dari seorang pakar/ahli ke dalam computer, untuk di pakai kepada pemakai yang membutuhkan pengetahuan yang belum ia kuasai sehingga lebih mudah untuk di pelajari.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang di miliki oleh sistem pakar :
1) Memilki fasilitas informasi yang handal.
2) Mudah dimodifikasi.
3) Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
4) Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
5) Terbatas pada bidang yang spesifik.
6) Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu.
7) Outputnya bersifat nasihat atau anjuran.
8) Output tergantung dari dialog dengan user.

Setelah kita memahami pengertian diatas, kemudian saya akan membahas tentang Komponen dan Bentuk dari sistem pakar itu sendiri. 

Sebelumnya, saya akan membahas tentang kompenen dari sistem pakar. Ada 4 komponen penting yang terdapat pada sistem pakar, menurut Hu et al (1987) yaitu, Knowledge base (basis pengetahuan), Inference Engine (mesin inferensi), Data base (basis data) dan Data base (basis data). Penjelasannya sebagai berikut :

a) Knowledge base (basis pengetahuan) merupakan inti dari system pakar, suatu pemikiran tentang pengetahuan dari seorang pakar. Knowledge base disusun sesuai dengan fakta dan kaidah yang ada.
b) Inference engine merupakan otak dari system pakar. Berfungsi sebagai pemandu penalaran ketika dihadapkan oleh suatu kondisi. Di dalam inference engine,  merupakan tempat terjadinya proses manipulasi dan pengarahan kaidah, model,  fakta yang akan disimpan didalam basis pengetahuan untuk mencapai tujuan dan kesimpulan dan juga solusi dari masalah yang ada.
c) Data base berisikan tentang fakta atau data yang diperlukan, fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah dalam system.Data base ini juga menyimpan mulai dari fakta saat system pertama dioperasikan hingga proses pembuatan kesimpulan, dan juga semua data hasil dan semua data yang di perlukan untuk pemrosesan ada disini.
d) User interface di gunakan sebagai alat komunikasi antara user dengan computer.

Berikutnya, saya akan membahas apa saja bentuk dari sistem pakar. Sistem pakar mempunyai 4 bentuk. 
Pertama, berdiri sendiri. Berdiri sendiri yang di maksud adalah sistem pakar tersebut tidak bergantung kepada software lain dimana akan berjalan dengan lancar dan semestinya.            
Kedua, tergabung. Tergabung disini sendiri dimaksudkan sebagai bagian program akan berada didalam suatu algoritma, atau program yang didalamnya akan memanggil algoritma subrutin lain. 
Ketiga, terhubung. Terhubung maksudnya pada proses inferensi, sistem pakar bisa mengakses data dengan software lain. 
Keempat sistem mengabdi, bagian komputer yang khusus di abdikan kepada fungsi tunggal.
Setelah memgetahui pengertan, tujuan, ciri-ciri, komponen dan bentuknya, saya akan membahas tentang penerapan, contoh kasus, serta keuntungan dari sistem pakar. 

Sistem pakar mempunyai peranan penting dalam berbagai bidang, diantaranya :
a) Dalam Bidang Pendidikan 
Sistem pakar dalam bidang pendidikan dilakukan oleh prof. Gordon S. Novack Jr. pada Universitas of Texas, Austin, tahun 1990. Aplikasi system pakar ini diberi nama ISAAC yang memiliki parser yang mampu membaca kalimat (dalam bahasa Inggris) dalam kecepatan 5000 kata/menit dan mampu menyelesaikan soal-soal Fisika Mekanik (Statika) dalam waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi ini  dikerjakan oleh 1 tim terdiri dari 60 0rang dan membutuhkan waktu 1 tahun. (E.S. Handbook, 1992).
b) Dalam Bidang Bisnis
Sistem Pakar mengenai suku cadang mesin percetakan. Sistem ini menunjang pengujian secara teknis dari pesanan langganan dalam mesin cetak dan suku cadang yang diinginkan.
c) Dalam Bidang Pertanian 
Sistem pakar  dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada petani mengenai macam-macam penyakit yang berhasil di identifikasi oleh sistem dan dapat mengetahui tanaman apa saja yang biasa diserang oleh penyakit tersebut, dengan adanya pengetahuan ini maka ketika para petani sadar tanamannya terkena hama atau penyakit, maka petani dapat dengan mudah untuk mengatasi hama dan menanggulangi penyakit tersebut.
d) Dalam Bidang Psikologi
Sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Contoh salah satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. 
e) Dalam Bidang Kedokteran
Sistem pakar di dalamnya antara lain USG (ultrasonografi). Alat ini bekerja berdasarkan pantulan gelombang suara ultrasonik.Banyak digunakan untuk mendeteksi janin dalam kandungan. Alat ini bekerja dengan menerima input berupa suara yang lalu diolah menjadi sebuah informasi berupa visual. Alat ini cukup aman karena tidak menimbulkan radiasi seperti sinar-x yang biasanya digunakan untuk rontgen.
f) Dalam Bidang Explorasi Alam
Sistem pakar yang diterapkan pada alat pendeteksi kandungan minyak bumi.Alat ini menghasilkan keputusan dari data-data yang ada, dan mengambil keputusan ada atau tidaknya hingga berapa jumlah kandungan yang terkandung. Rule base yang deprogram dibuat oleh para ahli dibidangnya.
g) Dalam Bidang Kecerdasan Buatan
Sistem Pakar merupakan bagian dari Artificial Intelligence(AI) atau kecerdasan buatan, dimana letak persamaannya adalah sama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah, dan perbedaannya adalah sistem pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.
h) Dalam bidang Manufaktur
Penggunaan shell sitem pakar SPS (Semi Intelligent Process Selector) dalam proses perencanaan dengan menggunakan aplikasi Wood Trus fabrication Application.

Salah satu contoh dari sistem pakar yang sudah ada yaitu “Sistem Pakar Diagnosa Dampak Penggunaan Softlens”. Masalah yang terjadi adalah banyak dari kalangan remaja wanita maupun pria menggunakan softlens hanya untuk kepentingan gaya semata tanpa mengetahui akibat apa yang akan ditimbulkan oleh softlens yang terbuat dari plastik mengandung air. Jika konsumen menggunakannya dalam waktu relatif lama maka softlens akan menyerap air di permukaan mata, hal inilah yang dapat menyebabkan mata perih dan gangguan lainnya. Sistem pakar ini digunakan untuk mempermudah pengguna soflens untuk melakukan diagnosa dampak penggunaan softlens berdasarkan gejala yang dialami, dan mengetahui cara penanggulangannya. 

Setelah membahas contoh diatas dapat disimpulkan keuntungan sistem pakar adalah :
1. Menyederhanakan pekerjaan dan meningkatnya efisiensi kerja
2. Meningkatkan output dan produktivitas
3. Meningkatkan kualitas
4. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
5. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
6. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

Referensi :
http://informatika.web.id/sistem-pakar-expert-system.htm
http://seputarti.com/sistem-pakar/komponen-utama-sistem-pakar.html
https://nurulaisyah2.wordpress.com/2012/10/13/sistem-pakar/
http://blog-byrina.blogspot.co.id/2012/10/sistem-pakar.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar