Kamis, 12 November 2015

TUGAS 3

NAMA : HANA MIFTAAHUR RAHMAH
NPM : 14114725
KELAS : 2KA28
MATKUL : TEORI ORGANISASI UMUM
TUGAS 3

ORGANISASI NIAGA


Pengertian Organisasi Niaga. Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.

Macam-macam organisasi niaga

1. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.
Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki.


Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Kosong.
Perbedaannya:
PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar modal (go public)dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum.
Sedangkan PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.

2. Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.

3. Joint Ventura
Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

4. Koperasi
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

Jenis-jenis koperasi antara lain:
a. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
c. Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.

5. Kartel
Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi.

PT Arnott’s Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi makananan ringan dan biskuit yang telah memiliki nama besar di Indonesia, hal ini tidak lepas dari kualitas yang baik sehingga PT Arnott’s Indonesia tetap eksis meskipun sering berganti-ganti nama. Pada mulanya PT Arnott’s Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang makanan kering (kerupuk) dimana pada saat itu masih bernama PT Tatas Mulya yang berdiri pada tahun 1977. PT Tatas Mulya inilah yang merupakan cikal bakal terbentuknya PT Arnott’s Indonesia. Seiring dengan berkembangnya zaman yang diiringi perkembangan pasar, krupuk yang merupakan produk utama dari PT Tatas Mulya ternyata kurang disukai oleh masayrakat, sehingga PT Tatas Mulya berinisiatif untuk merubah produknya yang semula kerupuk menjadi makanan ringan dalam bentuk chips. Dan ternyata pergantian produk ini mendapat respon positif dari pasar sehingga PT Tatas Mulya dapat terus bertahan dan berkembang hingga pada akhirnya tahun 1982 PT Tatas Mulya secara resmi membuat akte pendirian perusahaan.
Seperti halnya perusahaan lain, PT Arnott’s Indonesia juga memiliki struktur organisasi yang berfunsi untuk mendukung jalannya perusahaan. Adapun bentuk organisasi PT Arnott’s Indonesia adalah struktur organisasi proyek dengan hubungan organisasi,  terutama  pada  orang-orang  yang  bekerja  pada  proyek  yang  sama. Struktur organisasi perusahaan ini juga memiliki beberapa kelompok yang menitikberatkan pada pengembangan produk tertentu (lini produksi).
Kendali perusahaan berada pada Presiden Direktur sebagai pucuk pimpinan dan pelimpahan tugas kepada bawahan melalui manajer departemen, kenudian dari masing-masing departemen diteruskan kepada staf serta karyawan. Adapun sebagian dari bagian-bagian organisasi memiliki tugas dan wewenang serta tanggung jawab sebagai berikut :

1.   Presiden Direktur

  Menentukan kebijaksanaan perusahaan secara menyeluruh.

 Mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan oleh bawahan untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati perusahaan.
  Merupakan  pucuk   pimpinan   tertinggi   di   dalam  perusahaan, dimana  mempunyai  kuasa  penuh  dan  bertanggung  jawab  atas maju atau mundurnya perusahaan.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari semua direktur guna menjamin kelancaran organisasi melalui pertanggungjawaban masing-masing direktur.



2.   Direktur Finance dan Accounting (Keuangan dan Akunting)

 Menyelenggarakan   perencanaan   dan   pengawasan   sistem keuangan, sistem akuntansi dan administrasi.
  Melakukan administrasi yang tertib.

  Menjamin terciptanya pengawasan internal perusahaan.




3.   Direktur Marketing (Pemasaran)

 Menyelenggarakan perencanaan, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan secara efektif dan sesuai dengan kebijakan pokok yang ditentukan oleh presiden direktur.
 Merumuskan   strategi   dan   program   pemasaran.Mengawasi pelaksanaan untuk pencapaian target yang telah ditentukan.

 Memantau dan menganalisa keadaan ekonomi dan pasar, baik dalam maupun luar negeri, agar dapat mempertimbangkan kemungkinan pengembangan pasar atau produk yang dihasilkan.
 Melakukan negoisasi dengan pembeli dalam membuat kontrak penjualan ekspor.
 Menerima informasi dari pengiriman mengenai kebutuhan kuota yang dimiliki perusahaan.
 Bekerjasama dengan bagian pemasaran dalam menyusun target penjualan.



4.   Direktur Sales (Penjualan)

 Mengamati  dan  mengikuti  secara  langsung  kondisi  dan perkembangan  pasar,  harga  dan  promosi,  baik  untuk  produk sendiri maupun produk saingan.
 Memeriksa kredit langganan dan pengiriman barang ke para pelanggan.
 Bekerjasama dengan bagian pemasaran dalam menyusun target penjualan.
 Mengadakan kunjungan secara periodik ke pelanggan dan wilayahnya,  guna  mengetahui  langsung  kegiatan  pesaing  dan untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

5.   General Manager (Manajer Utama)

  Mengawasi operasional fungsi pendukung seperti Warehouse dan

Purchasing.

6.   Plant Manager (Manajer Pabrik)

  Mengawasi kerja manajer produksi.

  Memberikan laporan kepada Presiden Direktur mengenai aktivits perusahaan dalam hal pengoperasian.
  Mengadakan pengawasan dan pengecekan kualitas produk.

  Bertanggung   jawab   terhadap   pelaksanaan   dalam   lingkungan perusahaan.
Organisasi Proyek merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidak rutin, memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai. Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.
Secara umum, terdapat 4 jenis organisasi proyek yang biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu proyek. Adapun jenis-jenis organisasi proyek yang dimaksud antara lain :
1.      Organisasi Proyek Fungsional
Dalam organisasi proyek fungsional, susunan organisasi proyek dibentuk dari fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi. Organisasi ini biasanya digunakan ketika suatu bagian fungsional memiliki kepentingan yang lebih dominan dalam penyelesaian suatu proyek. Top manajer yang berada dalam fungsi tersebut akan diberikan wewenang untuk mengkoordinir proyek.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek ini antara lain proyek dapat diselesaikan dengan struktur dasar fungsional organisasi induk, memiliki fleksibilitas maksimum dalam penggunaan staf, adanya pembauran berbagai jenis keahlian bagi tiap-tiap fungsi serta peningkatan terhadap profesionalisme pada sebuah divisi fungsional.
Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemui dalam organisasi proyek fungsional antara lain proyek biasanya kurang fokus, terdapat kemungkinan terjadinya kesulitan integrasi antar tiap-tiap fungsi, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama serta motivasi orang-orang yang terdapat dalam organisasi menjadi lemah.
2.      Organisasi Proyek Tim Khusus
Dalam organisasi proyek tim khusus, organisasi akan membentuk tim yang bersifat independen. Tim ini bisa direkrut dari dalam dan luar organisasi yang akan bekerja sebagai suatu unit yang terpisah dari organisasi induk. Seorang manajer proyek full time akan ditunjuk dan diberi tanggung jawab untuk memimpin tenaga-tenaga ahli yang terdapat dalam tim.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek tim khusus yakni tim akan terbentuk dengan bagian-bagian yang lengkap dan memiliki susunan komando tunggal sehingga tim proyek memiliki wewenang penuh atas sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran proyek, sangat dimungkinkan ditanggapinya perubahan serta dapat diambil sebuah keputusan dengan tepat dan cepat karena keputusan tersebut dibuat oleh tim dan tidak menunda hierarki, status tim yang mandiri akan menumbuhkan identitas dan komitmen anggotanya untuk menyelesaikan proyek dengan baik, jalur komunikasi dan arus kegiatan menjadi lebih singkat, mempermudah koordinasi maupun integrasi personil serta orientasi tim akan lebih kuat kepada kepentingan penyelesaian proyek.
Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemukan dalam organisasi proyek ini adalah biaya proyek menjadi besar karena kurang efisien dalam membagi dan memecahkan masalah dalam penggunaan sumber daya, terdapat kecendrungan terjadinya perpecahan antara tim proyek dengan organisasi induk serta proses transisi anggota tim proyek untuk kembali ke fungsi semula jika proyek telah selesai akan terasa sulit karena telah meninggalkan departemen fungsionalnya dalam waktu yang lama.
3.      Organisasi Proyek Matriks
Organisasi proyek matriks merupakan suatu organisasi proyek yang melekat pada divisi fungsional suatu organisasi induk. Pada dasarnya organisasi ini merupakan penggabungan kelebihan yang terdapat dalam organisasi fungsional dan organisasi proyek khusus.
Beberapa kelebihan yang terdapat dalam bentuk organisasi ini yaitu manajer proyek bertanggung jawab penuh kepada proyek, permasalahan yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti, lebih efisien karena menggunakan sumber daya maupun tenaga ahli yang dimiliki pada beberapa proyek sekaligus serta para personil dapat kembali ke organisasi induk semula apabila proyek telah selesai.
Adapun beberapa kekurangan yang terdapat dalam bentuk organisasi proyek ini antara lain manajer proyek tidak dapat mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan kebutuhan personil karena keputusan tersebut merupakan wewenang dari pada departemen lain, terdapat tingkat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan organisasi lain pendukung proyek serta terdapat dua jalur pelaporan bagi personil proyek karena personil proyek berada dibahwah komando pimpinan proyek dan departemen fungsional.
4.      Organisasi Proyek Virtual
Organisasi proyek virtual adalah suatu bentuk organisasi proyek yang merupakan aliansi dari beberapa organisasi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Struktur kolaborasi ini terdiri dari beberapa organisasi lain yang saling bekerjasama dan berada disekelilin perusahaan inti.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam susunan organisasi proyek virtual ini antara lain terjadi pengurangan biaya yang signifikan, cepat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi serta adanya peningkatan terhadap fleksibilitas usaha.
Sedangkan beberapa kekurangan yang terdapat dalam organisasi ini yakni proses koordinasi keprofesionalan dari berbagai organisasi yang berbeda dapat menjadi hambatan, terdapat potensi terjadinya kehilangan kontrol pada proyek serta terdapat potensi terjadinya konflik interpersonal.
 Ratusan buruh PT Arnott's Indonesia dan massa LSM GMBI. menggelar aksi unjuk rasa di pintu gerbang perusahaan tersebut. Pendemo yang menuntut perombakan manajemen. Terkait aksi demo tersebut, PT Arnott's Indonesia di Bekasi, Propinsi Jawa Barat, Dalam aksi tersebut, pendemo berorasi terkait bobroknya manajemen dengan memeras tenaga kerja yang ada di PT Arnott’s Indonesia. menyatakan manajemen perusahaan mengaku telah menemui pengunjuk rasa yang telah menyampaikan beberapa tuntutan terkait pemberhentian tiga karyawannya dan sejumlah aspirasi lainnya.
massa akhirnya diterima pihak manajemen perusahaan PT Arnott’s Indonesia untuk dilakukan diskusi mengenai tuntutan mereka. Massa juga menuntut pergantian manajemen lantaran bersikap tidak adil terhadap karyawan gaji yang tidak dibayarkan secepatnya dibayarkan selama dua bulan.
Analisis dari PT Arnott's Indonesia adalah struktur organisasi yang baik tetapi manajemen nya kurang baik, maka dari itu perlu di atur kembali agar menjadi manajemen yang baik.


1 komentar:

  1. Terima kasih kepada MRS KARINA ROLAND
    Nama saya ANNISA LOGAN, saya dari Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu semua warga negara Indonesia yang mencari pinjaman di internet bahwa mereka harus sangat hati-hati karena internet penuh dengan penipu, beberapa bulan yang lalu saya benar-benar membutuhkan pinjaman, untuk meningkatkan saloon penata rambut saya, tetapi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, yang hampir mengacaukan hidup saya, sampai seorang teman merujuk saya ke salah satu pemberi pinjaman bernama MOTHER KARINA, pemilik KARINA ROLAND LOAN COMPANY, yang saya hubungi dan dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya dapat memenuhi syarat dan ketentuan mereka bahwa pinjaman saya akan diberikan kepada saya dalam waktu kurang dari 24 jam yang saya lakukan, setelah itu saya mengajukan pinjaman 450 juta rupiah setelah detail saya diverifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam, rekening bank saya dikreditkan. sekarang saya sangat senang atas kerja baik MOTHER KARINA dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk berbagi kesaksian saya tentang MOTHER KARINA, sehingga orang-orang dari negara saya dan kota saya dapat memperoleh pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman dalam bentuk apa pun, silakan hubungi MOTHER KARINA melalui email: karinarolandloancompany@gmail.com, atau whatsapp saja +13128721592 Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: annisalogan622gan@gmail.com untuk kerja bagusnya dalam hidup saya dalam hidup saya dan keluargaku.

    BalasHapus